Arthur Cunha Keberatan Dengan Pemotongan Gaji Sampai 75 Persen

Bolatoday.net, Jakarta – Arthur Cunha menyadari situasi sepak bola Indonesia sedang tidak bagus karena pandemi virus corona. Namun, pemain asal Brasil itu berharap PSSI menemukan formula yang lebih tepat, ketimbang memotong gaji sampai 75 persen.

Bek Persipura Jayapura ini tak sepakat dengan kebijakan PSSI yang memotong gaji pemain sampai 75 persen. Menurut Arthur, keputusan tersebut sangat merugikan pemain, khususnya yang berasal dari luar Indonesia.

PSSI melalui Surat Keputusan bernomor SKEP/48/III/2020 pada 27 Maret merestui klub untuk melakukan pemotongan gaji pemain sampai 75 persen, di tengah pandemi virus corona yang ditetapkan antara Maret hingga Juni 2019. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan keadilan untuk semua pihak.

“Itu lumayan susah buat semuanya. Bukan hanya pemain asing, akan tetapi juga pemain lokal. Yang saya tahu, FIFA bicara maksimal memotong gaji 50 persen, akan tetapi PSSI bilang 75 persen,” kata Arthur dalam Youtube resmi klub.

“Keluarga pemain asing tentunya berada di negara lain. Tinggal di Brasil lebih mahal dari Indonesia. Jadi, dengan gaji 25 persen akan susah sekali,” ujar pemain berrusia 30 tahun itu.

Arthur menilai, seharusnya sebelum PSSI mengeluarkan keputusan mengenai gaji, lebih dulu melakukan diskusi dengan klub hingga pemain. Hal ini dilakukan untuk mencari solusi terbaik untuk semua pihak.

“Saya juga tahu situasi ini sudah untuk tim. Jadi, pemain juga harus mengerti situasi tim. Akan tetapi, tidak dengan langsung memotong gaji sampai 75 persen,” ujar Arthur.

“Sebaiknya memang ada pembicaraan antara tim dan pemain supaya mendapatkan solusi yang bagus. Misalnya, bulan ini mendapatkan gaji 25 persen, bulan selanjutnya 50 persen,” ujar Arthur Cunha yang bergabung dengan Persipura Jayapura pada 2020 dengan status pemain pinjaman itu.

Arthur menyadari situasi sepak bola Indonesia sedang tidak bagus karena pandemi virus corona. Namun, pemain asal Brasil itu berharap PSSI menemukan formula yang lebih tepat, ketimbang memotong gaji sampai 75 persen.

“Itu lumayan susah buat semuanya. Bukan hanya pemain asing, akan tetapi juga pemain lokal. Yang saya tahu, FIFA bicara maksimal memotong gaji 50 persen, akan tetapi PSSI bilang 75 persen,” kata Arthur dalam Youtube resmi klub.

“Keluarga pemain asing tentunya berada di negara lain. Tinggal di Brasil lebih mahal dari Indonesia. Jadi, dengan gaji 25 persen akan susah sekali,” ujar pemain berrusia 30 tahun itu.

Arthur menilai, seharusnya sebelum PSSI mengeluarkan keputusan mengenai gaji, lebih dulu melakukan diskusi dengan klub hingga pemain. Hal ini dilakukan untuk mencari solusi terbaik untuk semua pihak.

“Saya juga tahu situasi ini sudah untuk tim. Jadi, pemain juga harus mengerti situasi tim. Akan tetapi, tidak dengan langsung memotong gaji sampai 75 persen,” ujar Arthur.

“Sebaiknya memang ada pembicaraan antara tim dan pemain supaya mendapatkan solusi yang bagus. Misalnya, bulan ini mendapatkan gaji 25 persen, bulan selanjutnya 50 persen,” ujar Arthur Cunha yang bergabung dengan Persipura Jayapura pada 2020 dengan status pemain pinjaman itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *