Ketika Lionel Messi Bahagia di Argentina dan Menderita di Barcelona

Info Bola Akurat – Lionel Messi berulang kali diklaim lebih bahagia bermain di Barcelona daripada timnas Argentina. Akan tetapi, situasi terkini pemain 33 tahun justru terbalik.

Lionel Messi kini menikmati periode yang menyenangkan bersama timnas Argentina. Sebaliknya, La Pulga justru dihadapkan pada satu masalah ke masalah yang lainnya di Barcelona.

Tugas internasional Lionel Messi baru saja usai. Dua laga babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL dilalui dengan mulus oleh Argentina. Lionel Messi mengambil peran sangat penting.

Saat Argentina menang 1-0 atas Ekuador, Lionel Messi menjadi penentu kemenangan. Ketika La Celeste menang 1-0 di kandang Bolivia, Messi pun tampil gemilang dan menentukan.

 

Lionel Messi Bahagia di Argentina

Bagi publik Argentina, Lionel Messi bukan seorang hero seperti fans Barcelona melihatnya. Sebab, La Pulga belum memberikan satu pun gelar bergengsi kepada Argentina walau punya banyak gelar di karirnya.

Namun, melihat dua laga terakhir bersama Argentina, Messi nampak berbeda. Pelatih Lionel Scaloni sejak awal memberikan peran lebih bebas pada Messi dan dia pun mampu tampil bagus.

“Lionel Messi merasa nyaman dan betah dalam grup yang menampungnya tetapi tidak bergantung padanya secara ekstrem,” tulis Marca.

Scaloni membagi tanggung jawab secara adil di lini depan Argentina. Lautaro Martinez, Lucas Ocampos, dan Joachim Correa mendapat beban yang sama untuk mengkreasi peluang dan mencetak gol.

“Ide yang kami miliki adalah selalu menempatkan orang-orang di depan Lionel Messi saat tim menguasai bola. Itu memberi kami hasil di Copa America 2019,” kata Lionel Scaloni kepada Libero.

 

Lionel Messi di Barcelona

Lionel Messi punya banyak masalah di Barcelona. Mulai dari keinginan pindah klub hingga didepaknya Luis Suarez. Hubungan La Pulga dengan direksi klub memburuk dan kontrak baru belum juga diteken.

Di atas lapangan, Lionel Messi juga masih memanggul semua beban klub. Ronald Koeman dengan formasi 4-2-3-1 memberikan dua beban sekaligus untuk Messi yakni mencetak gol dan mengkreasi peluang.

Sejauh ini, dari tiga yang sudah dimainkan Messi di La Liga, ada satu gol yang dicetak. Namun, itu berasal dari eksekusi penalti. Belum ada gol dari skema open play dari pemain 33 tahun.

“Dalam beberapa musim terakhir Barcelona tidak dapat berkomunikasi dengan Messi memakai cara yang sama seperti Lionel Scaloni dan mereka menderita sebagai akibatnya,” tulis Marca.

 

Sumber: Bola.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *